Mobil Bekas Makin Diminati di Amerika Serikat
Seiring melambungnya harga bahan bakar, penjualan mobil-mobil bekas pakai baik hybrid maupun bermesin kecil yang efisien bahan bakar semakin meningkat. Selain hemat bahan bakar, mobil-mobil tersebut lebih murah harganya.
Di AS harga bahan bakar kini mencapai USD4,07 per galon atau sekira Rp10.000 per liter. Harga tersebut naik 30 persen dibanding Januari 2008 yang dipasarkan seharga USD3,12 per galon.
Wakil Presiden lembaga penelitian untuk evaluasi mobil baru dan bekas pakai Black Book, Ricky Beggs mengatakan, pada dasarnya, setiap mobil bekas mengalami penurunan harga 14 hingga 16 persen seiring berkurangnya nilai dari mobil tersebut. Namun belakangan ini, kondisi itu berbalik.
Rata-rata harga mobil mengalami kenaikan hingga USD400 per unit. Ini merupakan hal yang tak biasa. Namun bisa terjadi seiring tingginya minat orang untuk membeli mobil bekas pakai. Setidaknya data lembaga Black Book mencatat, mobil bekas yang laku di pasar karena efisien bahan bakar dan harganya relatif murah, dimulai dari model 2004.
Sepetti dilaporkan majalah AS, Forbes yang mengutip laporan Black Book, mobil paling efisien bahan bakar dan paling diminati di pasar AS saat ini adalah Toyota Prius model 2007. Berdasarkan data Environmental Protection Agency (EPA), Prius 2007 mengonsumsi bahan bakar sekira 20 km/liter. Melonjaknya peminat Prius 2007 lebih disebabkan suplai Prius 2008 yang saat ini masih terbilang terbatas, yaitu hanya 180.000 unit untuk tahun ini.
Selain itu, konsumen harus membayar USD1.900 atau sekira Rp17,5 juta lebih mahal untuk mendapatkan model Prius 2008. Sementara Prius 2007 dipasarkan seharga USD21.850 atau sekira Rp201,4 juta. Harga Prius menunjukkan kenaikan sebesar 9 persen dalam 6 bulan terakhir.
Selain Prius hybrid, model Mini Cooper bekas pakai merupakan mobil bermesin kecil yang kini juga diminati konsumen. Untuk memiliki model 2007, konsumen harus membayar USD2.300 atau sekira Rp21,2 juta lebih mahal ketimbang model 2008. Sejak Januari 2008 lalu, mobil ini mengalami kenaikan harga 12 persen.
Brand yang merupakan bagian dari BMW Group ini, mengonsumsi bahan bakar sekira 12,5 km/liter (dalam kota). Sejak enam bulan terakhir, Cooper menunjukkan banyak peminat. Forbes mengutip data penjualannya dari data lembaga Black Book. Lembaga ini menghitung pembelian mobil bekas pakai oleh dealer-dealer di ajang lelang selama Januari hingga Juni 2008.
Saat ini, konsumen membeli mobil dengan harga 5 hingga 12 persen lebih mahal dibanding penjualan Januari 2008.


